food

Perjalanan Ke Jepang : Day 2 - Tokyo, Tsukiji Fish Market & Matsumoto

May 02, 2016



Hari ke-2 di Jepang kami berencana akan ke Matsumoto.  Tetapi, sebelum melakukan perjalanan ke Matsumoto, kami akan ke Tsukiji Fish Market.


TSUKIJI FISH MARKET

Biasanya orang-orang ke Tsukiji untuk melihat Auction dulu subuh-subuh. Tapi, karena gak kuat bangun subuhnya jadi kami ke Tsukiji sekitar jam 8 pagi untuk menyantap Sushi. Yang saya tau ada 2 restoran Sushi yang terkenal di Tsukiji, yaitu Dai Sushi dan Daiwa Sushi. Untuk makan di Dai Sushi, harus mengantri sekitar 3-4 jam, WOW banget yaaa. Setelah browsing-browsing, saya dan Pras memutuskan untuk makan di Daiwa aja mengingat waktu ngantrinya lebih cepat sekitar 2 jam (yaaa tetep aja lama yaaa).

Gak susah kok nyari Daiwa Sushi, begitu sampai di Tsukiji Shijo Station, kami menggunakan google map kemudian jalan kaki sebentar banget langsung sampai di Daiwa Sushi. Cuaca dingin, dan gerimis, tapi antriannya tetep panjang lho.


antrian di depan Tsukiji Fish Market

Kami menunggu sekitar 20-30 menit. Yay! Ga terlalu lama ya. Begitu masuk kedalam, kami langsung mengerti kenapa antriannya bisa selama itu. Di dalam Daiwa hanya ada satu baris kursi-kursi di Sushi Bar dan kursinya gak banyak.

Kami langsung memesan dengan menyebut "OMAKASE" yang artinya "dishes selected by chef". Sushi selection kami datengnya gak sekaligus, tapi satu-satu dan langsung ditaro di depan piring kamu sama chefnya.




Sushi di sini SUPERRRRR SUPERRRR ENAKKK!! Lebay? Gak kok, beda sama sushi yang biasa saya makan di Jakarta. Kalo liat di foto, ikan dan udangnya kok keliatannya shiny shiny gitu? Itu karena Sushinya fresh banget, masih agak basah dan lembut banget. Favorit saya, udah pasti OTORO! Otoro is the fattiest part of Tuna and it's also the most expensive sushi. Yang selama ini ordernya salmon, harus banget nyobain ini. 

Di dalam setiap sushi nya udah ada wasabi, di antara nasi dan ikannya. Wasabinya juga beda sama yang biasa saya liat di restoran sushi di Jakarta. Wasabi disini teksturnya lebih creamy. Rasa wasabinya pas banget dan gak overpowering. Menurut saya wasabi ini menambah kenikmatan Sushinya. Yum!

Keluar dari sini rasanya bahagia banget, dan pengen balik haha!


Daiwa Sushi
4 104 0045, 4 Chome-16-10 Tsukiji, Chuo, Tokyo 104-0045, Japan

IDR
3,500 Yen for Omakase

Opening Hours
5AM to 2PM


RAPHA CYCLE CLUB

Setelah dari Tsukiji, kami menuju ke Rapha Cycle Club. Tempat ini tempat favorit para cyclist. 
Rapha ini salah satu tujuan Pras di Tokyo. Jualannya printilan-printilan sepeda seperti Jersey, Bib (celana sepeda), sepatu sepeda, topi dll. Tempatnya lucu banget dan ada cafenya. Jadi sambil nungguin suami belanja bisa nongkrong dulu di cafe.



Rapha Cycle Club, Tokyo
千駄ヶ谷3丁目1−6, 渋谷区 東京都 151-0051, Japan

Opening Hours
10.30 AM to 8.30 PM


MATSUMOTO

Setelah selesai belanja di Rapha, kami langsung menuju ke Matsumoto
Apa sih Matsumoto ini? Kenapa harus ke Matsumoto?
Matsumoto ini sebuah kota di Nagano. Tujuan kami kesana karena Pras akan sepedaan ke Norikura Dake yang letaknya dekat dengan kota Matsumoto. Kalo sepedaannya dari Tokyo akan memakan waktu berhari-hari.




Waktu tempuh Tokyo-Matsumoto adalah 2 jam. Hotel kami di Matsumoto adalah Matsumoto Tokyu Rei Hotel, lokasi sangat dekat dengan Stasiun, kira-kira hanya 3 menit dengan berjalan kaki. Letaknya di seberang Stasiun. Sangat strategis. 

Begitu sampai di Hotel, kami langsung check in dan beres-beresin barang. Kamar lebih luas (dikit) dari hotel kami di Tokyo :D . Selesai menaruh barang di kamar, kami langsung mau jalan-jalan keliling Matsumoto. Map Matsumoto bisa didapatkan di resepsionis. Tujuan pertama kami adalah Matsumoto Castle. 




Matsumoto ternyata kota yang cukup kecil, sepi, tenang, rapih, dan udaranya lebih dingin dari Tokyo. Mungkin karena Matsumoto berada di dataran tinggi.  Jalan-jalan sebentar kami sudah sampai di Matsumoto Castle. Ini adalah Castle pertama yang kami datangi di Jepang. Castlenya cantik, ada di tengah-tengah danau. Apalagi kami sampai di Castle udah agak sore, jadi begitu mulai gelap udah ada lampu sorotnya.





Makanan yang terkenal di Matsumoto adalah Soba. Jadi, sebelum kembali ke Hotel kami akan makan malam dulu di Kobayashi Soba yang mendapatkan review 4.5 (out fo 5) di Trip Advisor. Untuk bisa sampai di tempat ini, bisa menggunakan Google Map.

Di Kobayashi Soba, kami memesan 2 jenis Soba yang berbeda. Pras mesen Zaru Soba atau Cold Soba, dan saya Hot Soba. Rasanya sama-sama enak! Terutama Zaru Soba nya. Dipping Sauce Zaru Sobanya terenak yang pernah saya coba. 

Hal yang paling menyenangkan di Restoran ini, Ownernya bisa bahasa Inggris! Jadi, bisa nanya-nanya dan gak takut salah pesen. Mengingat di Matsumoto orang-orangnya jarang yang bisa bahasa inggris kayak di Tokyo atau Kyoto.




Dalam perjalanan pulang kami melihat jalanan (semakin) sepi, dan toko-toko udah banyak yang tutup. Sampai di Hotel, tiba-tiba Pras Heboh! ternyata kotak softlense nya ketinggalan di Hotel di Tokyo. Artinya, dia gak bakalan bisa sepedaan besok pagi :( Kacamata yang dia pake setiap hari gak bisa di pake untuk sepedaan. Akhirnya pras keluar coba cari optik atau drugstore yang jualan softlens. Saya di Hotel browsing, tapi gak dapet apa-apa karena semua tulisan kanji, dan Matsumoto minim info banget di Google. Saya minta bantuan ke temen saya yang di Kyoto untuk bisa bantu browsing, yang hasilnya ternyata beli softlense di Jepang itu ribet. Harus ke dokter dulu. Haduh!

Pras kembali ke hotel, hasilnya ga ada. Karena semua toko, optik drugstore udah pada tutup. Setelah diskusi, kita memutuskan ke optik dekat hotel besok pagi. 


.. to be continue ..





2016

Perjalanan Ke Jepang 2015 : Day 1 - Tokyo

April 26, 2016

Sebenernya postingan ini sudah saya mulai sejak 2015, lama yaa haha.. Maka, sekarang saya lanjutkan postingan ini. Sebelumnya saya sudah menulis tentang bagaimana persiapan ke Jepang disini :)


Narita Airport

Setelah perjalanan Jakarta-Singapore-Jepang, kami tiba di Narita Airport. Sampai di Narita kira-kira jam 4 sore.  Saya dan Pras langsung mengambil barang, dan tujuan pertama (masih di airport) adalah tempat penitipan barang. Karena Pras bawa sepeda, jadi kami menitipkan tas sepeda yang gede ini di tempat penitipan barang. Harga penitipan barangnya sekitar 100ribu rupiah per harinya.

Penitipan barang di Narita Airport

Sambil menunggu ngurusin penitipan barang, saya  langsung mencari tempat penyewaan Pocket WiFi di Narita. Gak jauh dan gampang nyari penyewaan Pocket WiFi.

Selesai dengan urusan penitipan barang dan WiFi, kami langsung menuju stasiun. Kami menggunakan Narita Express untuk menuju Hotel. 

Saat itu kami menginap di Shinjuku Washington Hotel di daerah Shinjuku. Sampai di Stasiun Shinjuku udah mulai malem, plus pake nyasar dikit pas mau jalan dari stasiun ke Hotel. Ternyata hotel kita ini gak deket-deket banget sama Stasiun, butuh waktu sekitar 10-15 menit jalan kaki. Tapi karena suasana nya rame, lumayanlah jalannya jadi dinikmati.

Selesai check-in, kita mulai merapih-rapihkan barang di kamar. Pertama kali masuk kamar hotelnya, super surprise karena kamarnya mungil banget. Bahkan menurut gue lebih kecil dari hotel di Hongkong. Kasurnya juga ga begitu panjang, buat kita berdua yang gak tinggi sih gapapa tapi mungkin buat yang tingginya 175-an bakalan ngepas banget sama kasurnya hahaha. 

Karena udah sekitar jam 9 malem, kita akhirnya nyari makan yang deket aja. Kita jalan menyusuri Shinjuku dan akhirnya nemu Yoshinoya. Katanya sih Yoshinoya di Jepang jauh lebih enak dari di Indonesia. Kalo menurutku sih gak beda-beda banget, tapi menu Yoshinoya di Jepang lebih beragam. Suamiku mesen Beef Bowl dan saya mesen Unagi. Saya lupa berapa yang saya habiskan untuk makanan ini, tapi kalo di rupiahin ga sampe 100ribu rupiah lho.

Menu Yoshinoya
Lantai 2 Yoshinoya Shinjuku

Selesai makan kami langsung kembali ke hotel dan istirahat. Karena hari ke-2 kami akan bangun pagi-pagi banget. to be continue..

Facebook

PV